Copy
Masyarakat buta huruf, kesulitan pangan, dan pemerintah yang tidak peduli pada rakyatnya sendiri.
Bicara mengenai persoalan bangsa dengan cara apa adanya.
“Merdeka atau Marni” dari Muhammad Rezki mengajak penonton untuk tertawa.
View this email in your browser
Logo kineria

intan, Mari Kita Lihat Indonesia Dari Berbagai Sisi.

Kineria selalu berusaha untuk menghadirkan film-film pendek baru dari berbagai genre setiap bulannya. Kali ini, mari saksikan film-film menarik di katalog kami yang bercerita mengenai Indonesia dari berbagai sisi. Mulai dari kisah keseharian di desa, cerita mengenai nasionalisme, sampai hal-hal unik yang terjadi di sekitar kita, semua kami sajikan bulan ini. Ingin tahu lebih banyak mengenai beberapa film terbaru yang telah hadir di Kineria bulan Oktober 2014 ini? Mari baca ulasan-ulasannya di bawah ini.

Film Pendek Cinta Seharusnya
“Merdeka atau Marni” dari Muhammad Rezki mengajak penonton untuk tertawa melalui tafsiran alternatif dari peristiwa belakang layar sebuah momen yang bersejarah. Berangkat dari pengandaian bahwa tokoh-tokoh penting di masa lampau mungkin tidak selalu serius seperti dalam penggambarannya di buku-buku teks sejarah, sang sutradara mencoba untuk merekonstruksi peristiwa yang berkaitan dengan proklamasi Republik Indonesia, dan membungkusnya menjadi tontonan ringan yang menggelitik. Baca ulasan kami tentang film "Merdeka atau Marni." Film “Merdeka atau Marni” dapat Anda tonton di sini.

Pendaftaran Kompetisi Film Non-Bioskop #PialaMaya2014

Penulisan Kritik Film

Pendaftaran
Penulisan Kritik Film
#PialaMaya2014

Like Kineria
Like Kineria
Follow Kineria
Follow Kineria
Film Pendek 400 Words
Meskipun keindahannya membuat kehadirannya selalu ditunggu setiap bulan, datangnya purnama menyimpan potensi bencana bagi mereka yang tinggal di tepi pantai. Dalam “Purnama di Pesisir”, rencana pembangunan tanggul di tepi laut membuat gadis kecil bernama Nirma harus berjuang mati-matian mempertahankan rumahnya yang berada di lokasi proyek tersebut dari penggusuran. Tak hanya itu, Nirma yang hidupnya sudah begitu dipenuhi kepedihan juga berusaha untuk membendung misteri keberadaan ayahnya yang sudah lama tidak pernah terlihat lagi. Desakan dari warga sekitar pun membuat sebuah cerita tragis dalam hidup sang gadis kecil mulai terkuak. Baca ulasan kami tentang film "Purnama di Pesisir" di sini.
Paket 11

Beli paketnya sekarang.

Harga sebelas ribu rupiah dengan masa berlaku lima hari untuk dua film pendek atau satu film panjang.
 
Cara Nonton
Cara Submit Film
Film Pendek Valse Clandestine
Dalam “Lawuh Boled”, Misyatun mengemas kritik tentang permasalahan serius seperti masyarakat buta huruf, kesulitan pangan, dan pemerintah yang tidak peduli pada rakyatnya sendiri dengan jenaka dan tidak terkesan menggurui. Di filmnya, seorang warga desa bernama Sutimah merasa disepelekan oleh ketua RT yang tidak punya niat baik membantunya mendapatkan kupon raskin, meski ia tahu bahwa Sutimah tidak bisa membaca. Baca ulasan kami tentang film "Lawuh Boled" di sini.
Film pendek Sale
Meski film pendek pelajar dengan tema nasionalisme sering kali hanya bicara mengenai persoalan normatif dalam latar yang ideal, “Indo Nesia?” dari Zed Ridlo Ichsan Asyhari justru bicara mengenai persoalan bangsa dengan cara apa adanya. Dikisahkan, seorang siswa andalan di sekolah bernama Umar ditugaskan untuk mengumpulkan dana bantuan dari teman-teman dan gurunya untuk korban letusan Gunung Kelud. Tetapi, ulah para murid dan juga pihak sekolah tidak membuat tugas yang punya maksud mulia ini menjadi mudah untuk dijalankan. Baca ulasan kami tentang film "Indo Nesia" di sini
Copyright © 2014 Kineria, All rights reserved.


unsubscribe from this list    update subscription preferences 

Email Marketing Powered by Mailchimp