Copy
  • Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah (di Meja)
  • (Sok) Nasionalis Dulu, Kebarat-Baratan Kemudian
  • Blusukan Ilun dan Majelis Rasulullah
  • Menikmati Rutinitas Banjir Jakarta
  • Ayo! Nonton Film Indonesia…
View this email in your browser
HUT RI ke 70

Kenali, Kenalkan, Cintai, dan Beli Film Indonesia!

Dirgahayu Republik Indonesia! Tepat di HUT RI ke-70, Kineria turut mengumumkan film-film apa saja yang terpilih sebagai pemenang dalam ajang tahunan Festival Film Online Kineria (FFOK) 2015. Dari 50 film yang lolos seleksi dalam berbagai kategori, udah ada sembilan yang terpilih lho. Penasaran film jagoan kamu menang atau engga? Langsung aja yiuk klik. Eits, jangan lupaa…persiapkan film kamu untuk FFOK 2016 ya!

Pencuri Sejarah
Pencuri Sejarah 
Menghadirkan sosok Presiden pertama RI Soekarno kualitet super—yang aktingnya juga layak disejajarkan dengan Soekarno KW lainnya, Aryo Bayu, dalam Soekarno: Indonesia Merdeka (Hanung Bramantyo, 2013)—, film fiksi ini mengisahkan sepasang laki-laki dan perempuan dengan gaya kekinian yang “berprofesi” sebagai maling alias penggondol dokumen negara. Apa motivasi keduanya melakukan tindakan tak terpuji tersebut? Apa tidak lebih baik bagi mereka meniru sebayanya dengan membuka kios makanan atau minuman di Pasar Santa? Baca selengkapnya...
Teori Nasionalisme
Teori Nasionalisme
Kendati Indonesia hanya diwakili empat orang prajurit, Singgih terbilang berhasil membangun suasana peperangan zaman dahulu. Gaya bahasa, gimik, hingga tata kostum yang ditampilkan pun menunjang plot cerita. Menegaskan inti cerita, simbol-simbol yang melambangkan kekinian zaman, ia tempatkan dengan “centil” namun tetap sesuai porsi. Terlihat kontras, sehingga memudahkan penonton untuk paham apa yang sebenarnya ingin disampaikan sang sutradara dalam filmnya kali ini. Baca selengkapnya...
Chairun Nissa
Chairun Nissa aka Ilun
Chairun Nissa, ya, mungkin nama filmmaker satu ini mulai akrab di telinga kita. Sukses dengan Purnama di Pesisir dan film-film pendeknya yang terdahulu, Ilun—begitu ia karib disapa—, kembali dengan film bertemakan sosial lainnya. Kali ini Kineria bakal fokus membahas jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) itu dan film dokumenternya yang ia beri judul The Followers. Sebuah film yang mengetengahkan loyalitas tanpa batas para pengikut sebuah majelis pengajian yang berbasis di bilangan Jakarta Selatan. Topik yang terbilang cukup menarik untuk difilmkan di kala makin menjamurnya majelis-majelis pengajian—khususnya di Jabodetabek—yang memang dibanjiri massa namun tak jarang pula memicu kontroversi. Kumpulan orang—selain suporter bola di stadion—yang kerap “dimanfaatkan” politisi saat musim pilkada tiba, memusingkan para pengguna jalan yang melewatinya, namun menjadi berkah tersendiri bagi penggelar lapak-lapak dadakan di sekitarnya. Baca selengkapnya...
Jakarta 2012
Jakarta 2012
Banjir Jakarta tak lagi terasa sebagai musibah melainkan telah menjadi sebuah rutinitas. Imbasnya, masyarakat kembali harus menurunkan standar kesejahteraannya tatkala memilih berdomisili di Jakarta. Selain masalah macet, banjir katanya menjadi pokok konstrentasi dari para pemangku kepentingan ibu kota. Ya, sembarang membuang sampah sambil mencak-mencak menyalahkan pemerintah memang memuakkan, namun pengejawantahan dari program penanganan yang tampak kalah banyak dari mal-mal baru pun tak kalah memuakkannya. Dokumenter ini mengisahkan siklus banjir lima tahunan yang tengah dirasakan dara manis asal Daerah Khusus Taman Air Jakarta, sebut saja namanya Enjeh. Bagaimana suka-duka Enjeh mengarungi Banjir Jakarta? Mari simak…
Like Kineria
Follow Kineria
Cara Submit Film
Cara Nonton
Copyright © 2015 Kineria, All rights reserved.


unsubscribe from this list    update subscription preferences